Selasa, 13 Oktober 2020

MENGETAHUI APA ITU IRFAN

 

LEBIH DEKAT MENGENAL IRFAN


Tasawuf adalah fase kelanjutan umat Islam dalam pencariannya terhadap Dzat Tunggal. Mereka berupaya mendaki maqam-maqam tasawuf. Di antara konsep tasawuf tentang maqamat, terma ma’rifat termasuk yang menarik untuk dikaji lebih mendalam.

Namun sebelum mengeksplorasi kajian ini lebih jauh, seyogyanya terlebih dahulu mengetahui arti dari istilah-istilah yang berkembang pada studi tasawuf secara umum atau irfan secara khusus. 

Irfan dalam bahasa Arab merupakan masdar dari arafa yang semakna dengan ma’rifah. dalam kamus Lisan Al-Arab, al-irfan diartikan dengan al-ilm. Menurut al-Jabiri, di kalangan para sufi, kata irfan dipergunakan untuk menunjukkan jenis pengetahuan yang tertinggi, yang dihadirkan dalam qalbu dengan cara kasyf atau ilham. Hanya saja, istilah ini berkembang pada penggunaannya di kalangan sufi, kecuali pada masa-masa belakangan ini.

Sedang menurut Dzunnun, al-ma’rifah adalah cahaya yang dilontarkan Tuhan ke dalam hati sufi. orang yang tahu Tuhan tidak mempunyai wujud tersendiri tetapi berwujud melalui wujud Tuhan. Ia juga menerangkan:

عرفت ربي بربي و لولا ربي لما عرفت ربي.

Aku mengetahui Tuhan melalui Tuhan dan jika sekiranya tidak karena Tuhan, aku tidak akan tahu pada Tuhan.

Yang dimaksud oleh Dzunnun ialah bahwa al-ma’rifah tidak dapat diperoleh atas usaha sufi saja. Sufi berusaha dan kemudian sabar menunggu kasih dan rahmat Tuhan.

Menurut Harun Nasution, dari literatur yang diberikan tentang ma’rifah, ma’rifah berarti mengetahui Tuhan dari dekat, sehingga hati sanubari dapat melihat Tuhan. Oleh karena itu orang-orang sufi mengatakan:

  1. Kalau mata yang terdapat dalam hati sanubari manusia terbuka, mata kepalanya akan tertutup, dan di ketika itu yang dilihatnya hanya Allah.
  2. Ma’rifah adalah cermin, kalau seorang arif melihat ke cermin itu yang akan dilihatnya hanyalah Allah.
  3. Yang dilihat orang arif baik sewaktu tidur maupun sewaktu bangun hanyalah Allah.
  4. Sekiranya ma’rifah mengambil bentuk materi, semua orang yang melihat padanya akan mati karena tak tahan melihat kecantikan serta keindahannya. Dan semua cahaya akan menjadi gelap di samping cahaya keindahan yang gilang-gemilang.

Sedang menurut KH. Said Aqil Siraj, kata ma’rifat dalam bentuk mashdar (akar kata) tidak terdapat di dalam al-Qur’an dan Hadits Rasulullah saw. Kata ma’rifat perspektif tasawuf merupakan hal baru dalam Islam sebagaimana kata tasawuf`. Al-qur’an hanya menyebut kata-kata musytaq darinya, seperti Firman Allah:

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمُ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ.

Dalam ayat-ayat tersebut di atas terdapat kata ya’rifun dengan bentuk kata kerja, fungsinya adalah menjelaskan keingkaran dan ketiadaan iman orang Ahli Kitab. Begitu juga al-Qur’an dan al-Sunnah tidak menyebut gelar arif billah. Gelar ini juga tidak digunakan oleh para ulama generasi sahabat dan tabi’in. Para salaf al-shalih hanya menggunakan gelar mukmin, muslim, muhsin, alim, shalih, dan seterusnya.  Lalu timbul pertanyaan, “apa sumber kalam Dzunnun al-Mishri mengenai Ma’rifat. 

Para ahli irfan jika dilihat dari sudut pandang akademis, mereka disebut urofa, dan jika dilihat dari sudut pandang sosial, mereka disebut sufi (mutasawwifah).

Senada dengan hal di atas, sesungguhnya sufisme sering disebut irfan tertama apabila tengah diperbincangkan aspek doktrinnya.

Menurut al-Muthahhari, ketika irfan diadopsi kedalam Islam, para ahli al-irfan mempermudahnya menjadi pembicaraan mengenai al-naql dan at-tawzif



Upaya menyingkap wacana Qur’ani dan memperluas ibarahnya untuk memperbanyak makna. Jadi, pendekatan irfani merupakan sebuah pendekatan yang dikembangkan oleh kaum arif untuk mengeluarkan makna batin dari batin lafz dan ibarah, ia juga merupakan istinbat al-ma’rifah al-qalbiyyah dari Al-Qur’an.


Semoga Bermanfaat...

Ojo lali 

#follow #coment #share

Tidak ada komentar:

Posting Komentar